What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag agraris
kami adalah manufacturer di bidang mesin mesin dengan teknologi tepat guna, untuk melayani kebutuhan industri kecil dan menengah serta kebutuhan pengadaan di instansi2 pemerintahan daerah.
Alhamdullilah di mana telah dapat berlangsung dengan baik terkait kegiatan pembekalan mitra dan pelatihan usaha ternak Domba Garut khusus level calon pelaksana di Villa Domba. Kegiatan yang sengaja diadakan guna mempersiapkan dan mengasah kemampuan serta keahlian teknis khusus level calon pelaksana terkait usaha ternak domba. Terbatas untuk 5 (lima) orang peserta di mana kegiatan minggu lalu diikuti oleh sebanyak 4 (empat) orang peserta: Kang Adi lulusan fakultas pertanian UNPAD yang saat ini menangani bagian produksi dan kemitraan di Kandaga Organic selaku mitra Villa Domba, pak Abud seorang peternak dari wilayah Bogor, kang Herman juga seorang peternak dari wilayah Bogor dan pak Didit dari Jakarta. Berikut sekilas gambaran kegiatannya:
Selama 7 (tujuh) hari di mana para peserta berbaur bersama dengan para pekerja dan instruktur tim Villa Domba. Dimulai setiap jam 07 pagi hari dan berakhir hingga pukul 05 sore hari sehingga menjadikan isi materi adalah 80% kegiatan praktik dan 20% teori. Berawal dari kegiatan pemberian pakan ternak, perawatan dan pemeliharaan hingga kegiatan reproduksi atau perkawinan. Peserta diwajibkan menginap di lahan perkebunan dan peternakan Villa Domba.
Selain kegiatan rutin harian berupa pemberian pakan ternak domba, peserta mulai menjalani materi perawatan dan pemeliharaan ternak domba. Diawali pastinya dengan pemberian contoh dari instruktur, praktik pencukuran bulu dan pemandian domba adalah salah satu bagian dari materi pemeliharaan. Tidak perlu takut dan ragu dalam mencukur bulu domba!” demikian masukan dari kang Alam sebagai anggota tim instruktur. Wah, wah, wah, peserta belum mandi akan tetapi ternak dombanya sudah dimandikan lebih dahulu berikut sarapan pagi.
Belajar cara menyuntik hewan ternak. Awalnya para peserta sedikit takut ketika mencoba praktik cara penyuntikan antibiotik ataupun vitamin pada hewan ternak, namun setelah diberikan penjelasannya maka mereka pun mulai untuk mencoba. Terlebih insan ternak muda dari Politeknik Pertanian Andalas program studi Peternakan ikut diberikan kepercayaan oleh tim instruktur Villa Domba untuk mendampingi para peserta, ”Kalian suatu saat nanti akan terjun mengabdi ke masyarakat dan memberikan pengarahan bagi masyarakat, inilah saat yang tepat bagi kalian untuk belajar!” pesan sang creator Villa Domba yaitu pak Suhadi Sukama untuk memberikan semangat kepercayaan kepada insan ternak muda dari Andalas.
”Coba kang tolong dilihat berapa usia ternak dombanya melalui gigi!” pinta kang Alam kepada salah seorang peserta. Kemudian terdapat pula kegiatan praktik pengecekan kehamilan/ kebuntingan pada hewan ternak domba betina dengan cara perabaan. Wah, wah, wah, meninggalkan isteri dan anak tercinta selama 7 (tujuh) hari lamanya untuk bisa bersama para domba di Villa Domba. Pengorbanan dan Semangat yang Luar Biasa!
Lama-lama tidaklah takut para peserta dengan hewan ternak kebanggaan bumi parahyangan provinsi Jawa Barat ini. Salah satu tujuan terpenting yang tentunya harus dicapai pada setiap pelaksanaan program pelatihan ini: Kecintaan yang dimiliki oleh calon pelaksana kepada hewan ternak domba menjadi modal berharga harapannya nanti dalam menjalankan program usaha ternak yang dimiliki oleh pemiliknya, dan tentunya ditunjang keahlian yang dapat diperoleh melalui program ini. Saran, kritik dan masukan sangatlah penulis harapkan, majulah usaha ternak Indonesia!
“Kata kuncinya adalah perkuat jaringan dan buka peluang kemitraan!” demikian pesan sang creator Villa Domba yaitu pak Suhadi Sukama kepada penulis. Alhamdullilah di mana perlahan tapi pasti tentunya tetap dengan tidak terlepas dari rintangan dan kendala maka jaringan pun mulai terbentuk sedikit demi sedikit. “Fungsi pendampingannya kang jangan sampai lalai di tingkat pembina, berikan pembekalan dan pengetahuan kepada mitra kita!” nasihat yang disampaikan oleh pak Purnomo sebagai salah satu senior penulis dalam usaha ternak Domba Garut.
Belajar dari senior Kampoeng Ternak yang telah terlebih dahulu dalam memulainya, faktor kepercayaan menjadi perhatian pada kemitraan di Villa Domba ini, olehkarenanya pemilihan mitra yang dilakukan oleh Villa Domba sementara waktu ini masih terbatas dari pihak yang awalnya sebagai konsumen ternak domba di Villa Domba, dan dikarenakan keseriusannya maka pada periode sekian waktu akhirnya coba ditawarkan untuk menjadi Mitra setelah hasil pengamatan dan penilaian. Keseriusan dilihat dari kesiapan lahan dan kandang yang disediakan, keikutsertaan dalam program pelatihan dan pembekalan peternak, hasil pantauan terkait pemeliharaan ternak tahap awal yang dibeli dari Villa Domba dan olehkarenanya menjadikan 100% mitra yang ada saat ini sementara waktu adalah dahulunya konsumen ternak Villa Domba. Visi yang mempererat Sinergi Kami ! ! !
Villa Domba menyebut mitra ini dengan sebutan Pembina atau Pendamping. Pembina atau Pendamping ini memiliki jaringan lagi di bawahnya yaitu Peternak yang umumnya profesi kesehariannya adalah Petani. Atau Pembina pun bisa sekaligus sebagai Petani. Villa Domba disebut sebagai Inti yaitu Pemilik Ternak, kemudian Pembina atau Pendamping disebut sebagai Sub Inti, dan Petani adalah Plasma.
Secara garis besar konsepnya adalah Villa Domba memberikan amanah Induk Domba Garut Betina melalui Pembina atau Pendamping tersebut kepada Petani. Pembina atau Pendamping berkewajiban menyediakan sarana kandang bersama Petani termasuk di dalamnya Kewajiban Pemeliharaan Ternak dan Pemberian Pakan dengan Tanggungan si pemelihara yang diamanahkan ternak oleh Villa Domba. Di sisi lain Villa Domba pun berkewajiban memberikan pembekalan kepada Pembina dan Jaringan petaninya berikut pertolongan medis dokter hewan dan obat-obatan ternak pada prinsipnya bilamana diperlukan selama kemitraan ini berjalan.
Lalu apa keuntungan yang akan diperoleh pada rangkaian kerjasama ini?
Objek penjualan adalah produksi anak domba yang dilahirkan oleh Induk Domba yang diamanahkan oleh Villa Domba. Menganut konsep bagi hasil maka anak domba yang dilahirkan setelah masuk periode lepas sapih dapat dijadikan sebagai objek penjualan yaitu sebagai ternak bakalan atau bibit. Prosentase Hasil Penjualan diberikan lebih besar kepada Pembina dan Petani dibandingkan dengan yang didapat oleh Villa Domba. Harga Penjualan Ternak Anak Domba adalah mengikuti Harga yang berlaku di pasar pada umumnya. Pembina ataupun Petani pun diperbolehkan membesarkan anak domba misalnya untuk penggemukkan kurban di mana dengan demikian berlaku kesepakatan baru yaitu penggemukkan anak domba. Keuntungan ganda pastinya diharapkan dapat diperoleh bagi pembina ataupun petani. Ilustrasi perhitungannya adalah sebagai berikut:
Misalkan seekor Induk Domba melahirkan 1 ekor anak domba jantan. Setelah anak domba memasuki usia sapih yaitu 5 bulan misalkan harga di pasaran saat itu adalah Rp. 500.000,- per ekor. Sebelum berlanjut pada usaha penggemukkan di mana sesuai kesepakatan awal telah ditentukan prosentase yang didapat masing-masing pihak dari angka Rp. 500.000,- tersebut, misalkan saja petani adalah 40% atau Rp. 200.000,- per ekor kemudian pembina 20% atau Rp. 100.000,- per ekor.
Keinginan petani misalkan adalah dilanjutkan dengan program pembesaran anak domba namun tentunya dengan dilihat juga dari hasil penilaian tim Villa Domba apabila dinyatakan cukup layak, selanjutnya ternak dibesarkan misalkan sampai dengan usia siap kurban di mana harganya menjadi Rp. 850.000,- saat kurban tiba, berarti prosentase pembagian berikutnya adalah senilai Rp. 350.000,- kepada masing-masing pihak:
Rp. 850.000,- ( - ) Rp. 500.000,- = Rp. 350.000,-
Misalkan saja Petani kembali 40% Berarti Hak Petani adalah Rp. 340.000,- per ekor (Rp. 500.000,- * 40%) + (Rp. 350.000,- * 40%)
Misalkan saja Petani membesarkan 10 ekor anak domba dari kelahiran 10 ekor Induk Domba pada periode waktu 1 tahun, maka keuntungan yang dapat diperoleh petani dari mulai kelahiran sampai dengan penggemukkan anak domba adalah Rp. 3.400.000,- per tahun atau Rp. 283.000,- per bulan.
Rp. 3.400.000,- per tahun atau Rp. 283.000,- per bulan dari 10 anak domba (Rp. 340.000,- x 10 ekor anak domba yang dibesarkan)
Tantangan dan tugas mulia bagi pembina untuk memotivasi petani didukung oleh pembekalan Villa Domba tentunya sehingga sanak keluarganya petani akan tertarik terjun dalam usaha ternak Domba.
Apa reward bagi Pembina?
Kata kuncinya kembali adalah pada pendampingan, kemudian didukung oleh pencatatan administrasi ternak seperti tanggal perkawinan, proyeksi tanggal kelahiran, rencana sapih, periode penggemukkan sehingga berfungsi sebagai alat kontrol lapangan bagi Pembina sebagai Pendamping.
Jika 1 pembina memiliki kemampuan dalam memelihara jaringan petaninya setara dengan 50 ekor Induk Domba, diasumsikan 1 ekor Induk beranak 1 ekor tiap 1 tahun sekali, maka keuntungan yang dapat diperoleh pembina mulai dari kelahiran sampai dengan penggemukkan anak domba:
Rp. 8.500.000,- per tahun atau Rp. 708.300,- per bulan ((Rp. 500.000,- * 20%) + (Rp. 350.000,- * 20%) * 50 ekor))
Semakin tekun Pembina mengelola jaringan petani maka akan semakin besar reward yang akan diperoleh. Indahnya saling berbagi. Kekuatan Ternak Rakyat ! ! ! Dan pada periode waktu tertentu di mana Induk Domba ditarik kembali oleh Villa Domba baik dalam rangka peremajaan, perkawinan ataupun seleksi. Reward bagi Pembina tentunya harus diikuti Tanggungjawab apabila terdapat kasus Induk Domba yang meninggal di mana menjadi tanggungan Pembina.
Terimakasih kepada pak Suhadi dan pak Purnomo atas saran dan masukannya. Kemudian kang Andi, kang Nick dan seluruh personil tim Kandaga Organic sebagai Mitra Villa Domba di desa Panaruban, Ciater, semangat selalu dalam berjuang untuk kemajuan usaha ternak dan pertanian organik Indonesia! Tidak lupa kang Budi dari Kampung Domba di desa Cimaung. Saran, kritik dan masukan tentunya sangatlah penulis harapkan. Salam Peternak dan Majulah Usaha Ternak Indonesia ! ! !
melalui data BPS pada tahun 2007 mengenai jumlah angkatan kerja, menunjukkan bahwa hanya 41,8% angkatan kerja Indonesia yang bekerja di sektor pertanian. Lainnya bekerja di berbagai macam industri, mulai dari Industri Manufaktur (11,8%); Pertambangan, Energi dan Konstruksi (18,9%); Perdagangan dan Perbankan (19,9%); dan sisanya (10,6%) di sektor Jasa. Lebih jauh lagi, data Produk Domestik Bruto Indonesia tahun 2007 menunjukkan bahwa sektor pertanian hanya menyumbang 12,5% dari PDB. Sektor Industri Manufaktur menyumbang 25,6%; sektor Pertambangan, Energi dan Konstruksi menyumbang 17,2%; Perdagangan dan Perbankan menyumbang 20,9%. Sisanya yang 25,2% disumbangkan oleh sektor Jasa, termasuk transportasi.
Berdasarka data kuantitatif diatas dapat disimpulkan bahwa, mayoritas rakyat Indonesia tidak lagi bekerja di sektor pertanian. Sekalipun jumlah orang yang bekerja di sektor industri manufaktur hanya sedikit lebih dari sepersepuluhnya, jika kita total semua orang yang bekerja dalam salah satu industri telah lebih besar dari 50% dari seluruh kekuatan produktif Indonesia. Kemudian, sektor pertanian sudah sangat kehilangan produktivitasnya. Sekian banyak orang yang bekerja di sektor pertanian itu tidak lagi memberikan sumbangan yang berarti bagi perekonomian Indonesia. Katakanlah seluruh pekerja di sektor pertanian mengadakan pemogokan total selama setahun, perekonomian hanya dirugikan tidak sampai seperlimanya.
Jika melihat preposisi perpindahan kelas dan dinamika konsentrasi geografis populasi, Mayoritas sirkulasi kekuatan produktif Indonesia tidak lagi terdapat di pedesaan, melainkan di perkotaan. Bukan saja secara kuantitatif yang bersangkutan dengan jumlah pekerjanya, melainkan dari tingkat produktivitasnya. Data kependudukan Indonesia telah dengan menunjukkan pada kita bahwa Indonesia kini adalah sebuah negara industri kapitalistik dengan preposisi perpindahan kelas yang tidak linier tetapi dinamik.
jadi benarkah indonesia negara agraris arau saya salah data mogon dikoreksi