ReviewReviewReviewReviewReviewlagi...MALING...!!!Jun 21, '08 5:44 AM
by mahmud for everyone
Category:Other
Liputan6.com, Pontianak: Penemuan landasan helikopter di dekat perbatasan Indonesia-Malaysia masih hangat dibicarakan. Namun, masalah perbatasan kedua negara kembali diramaikan dengan kabar hilangnya ribuan patok tapal batas [baca: Landasan Heli Diduga Sering Digunakan Pencuri Kayu].

Sebanyak 3.192 patok tapal batas Indonesia dan Malaysia yang berada di perbatasan Kalimantan Barat dengan Sarawak, Malaysia, kini belum juga ditemukan. Sedangkan 475 patok lainnya dengan luas mencapai sekitar ENAM RIBU HEKTARE dipastikan sudah bergeser menjadi milik Malaysia.

Kondisi ini sangat memprihatinkan. Kasus Sipadan dan Ligitan yang pada tahun 2002 lepas ke Negeri Jiran, bakal terulang. Ini mengingat dari beberapa wilayah sengketa di perbatasan kedua negara sudah diklaim menjadi milik Malaysia [baca: Malaysia Memenangkan Sengketa Sipadan dan Ligitan.

Sebagian dari tapal batas memang masih utuh di perbatasan Kalimantan Barat dan Sarawak dengan bentangan perbatasan sepanjang 857 kilometer dari Tanjung Datuk, Kabupaten Sambas hingga Badau, Kabupaten Kapuas Hulu. Namun dari 5.784 patok berupa beton satu meter yang dibangun sejak tahun 1975, saat ini tinggal sekitar dua ribu patok. Bahkan juga ada 475 patok dengan luas sekitar enam ribu hektare sudah hilang dan menjadi milik Malaysia untuk berbagai kepentingan seperti memperluas areal pencurian kayu maupun alasan lainnya.

Minimnya berbagai peralatan dan sarana TNI, serta cakupan wilayah tapal batas yang luas di belantara hutan kedua negara telah menjadi penyebab hilangnya ribuan patok tapal batas. Lebih memprihatinkan lagi, wilayah-wilayah yang tidak berpatok tersebut sekarang telah dihuni dan diklaim sebagai daratan Malaysia. Tengok saja, sejumlah daerah yang kini menjadi sengketa seperti kawasan Tanjung Datuk, Guntembawang, Sungai Buan, dan Jagoi Babang.

Menurut warga perbatasan, pergeseran patok tapal batas yang dilakukan para cukong kayu asal Malaysia sudah lama diketahui mereka. Namun mereka tak dapat bisa berbuat banyak untuk mencegahnya. Terlebih dengan kerakusan cukong-cukong kayu Malaysia yang mencuri kayu di wilayah Indonesia.

Lambannya sikap pemerintah Indonesia dalam menangani masalah tapal batas disayangkan tim perbatasan yang dibentuk Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan TNI. Sebab, hingga kini tidak ada tanggapan serius pemerintah untuk menyelamatkan sebagian wilayah Kalimantan Barat yang sekarang telah diakui Malaysia.

Saat ini wilayah perbatasan Kalimantan Barat yang rawan dicaplok Malaysia terdapat di Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, dan kawasan Siding serta Semunying di Desa Saja, Kabupaten Sintang. Juga, Desa Sungaitekam, Sungaiberuang, dan Entikong, Kabupaten Sanggau.(ANS/Amien Alkadrie)

pentholdjkn wrote on Jun 21
ReviewReviewReviewReviewReview
Malingsia sialan, beraninya ngacak-acak Kedaulatan RI.....
to TNI-POLRI, gimana nih????
trenggalekkotaku wrote on Jun 21
Usulan nih...........:
1.PERKETAT penjagaan wilayah perbatasan RI di tempat mana pun.
2.PERTEGAS dan PERJELAS batas2 kedaulatan NKRI.
3.PERUTIN patroli wilayah perbatasan RI.
4.PERKOKOH tapal batas.Kalau Pakai Beton masih bisa di cabut,pakai TIANG BAJA aja.
5.Untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI,saya mengusulkan Pembangunan Pangkalan Militer didaerah perbatasan,baik itu TNI AD,TNI AU,TNI AL.
Kalau malaysia berani membuat landasan heli di perbatasan knapa Indonesia Tidak?????,lebih bagus lagi kalau landasan JET TEMPUR???????????TNI & POLRI jangan cuma sombong di Kandang sendiri donk???????Tunjukkan kalau kalian itu ada.
6.Pernah saya membaca di media cetak bahwa TNI mengalami keterbatasan wilayah latihan tempur,karena sebagian besar tanah TNI dikuasai rakyat.PATUT dipertanyakan ?????Padahal wilayah RI banyak yang diserobot Oleh negara tetangga,dari pada diserobot negara lain lebih menguntungkan lagi kalau dimanfaatkan sebagai wilayah LATIHAN TEMPUR,ini juga sebagai wujud KEDAULATAN dan EKSISTENSI TNI ke luar negeri bahwa dengan berbagai macam keterbatasan yang menimpa TNI,tetapi TNI masih EKSIS(ADA) dan Patut diperhitungkan kekuatanya oleh pihak lain.
7.Bertindak tegas terhadap pihak2 yang merongrong Kedaulatan Wilayah NKRI,misakan pemberlakuan Tembak ditempat bagi yang ketahuan menggeser patok2 perbatasan NKRI.

Segini dulu masukan dari saya.Semoga bisa dipertimbangkan oleh pihak yang berwenang.Terima kasih.





leo4kusuma wrote on Jun 21
Coba ini solusinya...
1. 12 Batalyon Marinir TNI AL (skrg 9 batalyon)
2. 40 Fregat moderen dilengkapi dgn peluncur Exocet/HARM.
3. 30 Sukhoi 34, 20 Mig 33, 15 Heli Mi24
4. 3 unit Airborne Early Warning
5. 2 Radar pertahana global
6. Unit ranpur 120 T-72, 40 Scorpion, dan 30 M1A Abhrams
herumantab wrote on Jun 21
apoo..lah.
amiere wrote on Jun 21
Malingsia sialan, beraninya ngacak-acak Kedaulatan RI.....
to TNI-POLRI, gimana nih????
Mas leo dari detasemen berapa? Haik...haik...3x
Militer banget penjelasannya..
ajiek wrote on Jun 22, edited on Jun 22
Nah itulah, kalau kita lengah dikit, pasti ada aja milik/harta kita yg hilang ......, batas kok digeser-geser gitu, emangnya petugas di perbatasan Indonesia nggak sering ngecek, yah? tolong dong ....., sayangi tanah airmu sendiri .....!!
benwal wrote on Jun 22
presidennya asik bikin lagu, wapresnya asik persiapan pemilu thn depan, perbatasan jd kcolongan deh... ;)
amiere wrote on Jun 22
benwal said
presidennya asik bikin lagu, wapresnya asik persiapan pemilu thn depan, perbatasan jd kcolongan deh... ;)
Dan yang lain pada nunggu, tunggu kesempatan dalam kesempitan..

Aku juga heran, ngapain juga isu-isu nasionalisme menguat pasca BBM dan Monas..

Biarin aj.. Gtu aja kok repot!! Indonesia butuh dikit shock therapy.. biar cepet2 bangun dari tidur panjangnya..
amiere wrote on Jun 22
ReviewReviewReviewReviewReview
Enne juga BIN, kasus-kasus impunitas yang sering diperagakannya untuk kepentingan pemimpin dari kalangan militer harus segera diungkap.. Bukannya menjaga kedaulatan RI, tapi hantam saudara sebangsa sendiri..
Add a Comment
How would you rate this thing? (optional)
   
Indonesian Community
Join this Group!RSS FeedHelp on RSS FeedsAdd to My Yahoo
Report Abuse
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Modified from Mediterranean by John Whittet.
Originally on the CSS Zen Garden.
Used and Modified with permission from the author.