Pemilu setahun lagi. Tapi, simbol-simbol politik sudah bertebaran di mana-mana. Lambang-lambang parpol juga mulai ramai di pusat bisnis. Jam dinding, topi, maupun arloji bergambar lambang partai politik mulai muncul sebagai komoditas bisnis.
Di sejumlah pusat bisnis Jakarta seperti Tanah Abang, Proyek Senen, Blok M, dan Pasar Baru, mulai muncul pedagang yang menjajakan barang-barang berbau simbol politik itu. Bisnis bakal semakin ramai hingga gong Pemilu 2009. Lebih dari itu, 34 partai peserta Pemilu siap-siap menggelar aneka atribut disegala penjuru tempat. Kotor, hingar-bingar sudah pasti! Siapa yang berminat??
kalo aku sih berminat, tapi mengingat aku masih menimba ilmu maka aku akan tunggu 10 tahun lagi.. kurasa cukup waktu untuk menimba ilmu guna perbaikan bangsa dan negara ini. oia, kalo aku sendiri gak perlu banyak2 pasang segalam macam pernik2 yg berkaitan dengan kampanye. mungkin cukup dengan pasang iklan di media, baik cetak atau media elektronik. karena akan lebih mudah masyarakat mengetahui ketimbang lewat poster atau yg lainnya...
Pilihan yang sangat bijak.. Masa muda itu untuk ilmu, bukan kekuasaan (pragmatisme)
Sekarang banyak mahasiswa yang bangga menggunakan simbol2 parpol atau bahkan terlibat politik praktis. Memang setiap WNI termasuk mahasiswa punya hak politik untuk itu, tapi sangat bijak jika mahasiswa memposisikan diri sebagai akademisi saja (agent of control atau modernizing agent). Mengabdikan diri dan masa tersebut untuk rakyat, bukan kekuasaan.
Fenomena diatas adalah variant dari komersialisasi politik yang melanda Indonesia. Demokrasi yang ada sekarang, sangat mahal. Harus dilakukan penghematan khususnya cost pemilu..
atribut partai tahun lalu aja (terutama stiker) aja masih banyak yang belum dibersihkan..sekarang udah mau pemilu lagi... bayangkan aja.kalo misalnya uang buat atribut itu dipakai untuk bantuan ke rakyat miskin..berapa rakyat miskin yg bisa terbantu..
kalo cuman sekedar untuk bisnis sih gw mau2 aja tapi kalo untuk lebih sih blum tertarik.. saya memiliki pandangan yg berbeda untuk bangsa ini.. bangsa yg demokrasinya paling ga jelas..