Bila anda ditilang oleh polisi lalulintas, biarkan saja dan terimalah surat tilang dengan lapang dada, walau pada saat itu anda menggerutu ahwa polisi telah mengada-ngada menuduh anda menerobos lampu merah atau kesalahan lain. Dan jangan sekali kali anda mengeluarkan uang untuk damai. Saat ini telah beredar isu bahwa Polantas(polisi lalu lintas) memasang perangkap dengan dalih penyuapan.
Hal ini terjadi pada teman saya, sebut saja Andi. Andi dan teman-teman nya dalam mobil Kijang sedang melaju menuju ke salah satu mal , namun tiba2 saja lampu lalulintas warna kuning sudah menyala di depan mata.
Andi berpikir untuk tidak me rem mendadak sebab akan menyebabkan tabrakan beruntun dengan mobil yang di belakang. Maka diputuskan untuk menerobos lampu merah, tapi....tiba2 priiiiittt.......salah satu polisi lalu lintas telah berada di depan memberi tanda untuk menepi. Setelah memberi salam, polisi lalu meminta Andy untuk memperlihatkan STNK dan SIM sambil menjelaskan kesalahan Andi, yang sudah pasti itu tadi.........menerobos lampu merah. Saat polisi mengeluarkan surat tilang, dengan spontan Andy yang memang merasa bersalah itu mengeluarkan beberapa lembar uang dan menyelipkannya ke tangan pak Polisi untuk berdamai di tempat, selesai ? Belum.... Tiba2 saja dari belakang Andi muncul pak polisi yang lain dgn memegang tangan Andi yang sdg memegang uang sambil menghardik..."Apa ini? Anda saya tangkap dengan tuduhan telah menyuap petugas!!" Haaah......? Andy terhenyak dan bengong tanpa bisa berbuat sesuatu dan bagai kerbau yang dicolok hidungnya Andy digiring ke kantor polisi setempat dan dimasukkan ke sel. Apa ??? Sel? hanya utk kesalahan kecil karena menerobos lampu merah??... Ya....sel alias bui. Terakhir Andi dikeluarkan oleh keluarganya dan dilepas dari kantor polisi setelah membayar uang denda yang berkisar jutaan rupiah.
Zaman telah edan, pemerintah yang sedang giat-giatnya menggalakkan clean goverment alias petugas/pejabat anti korupsi telah disalahgunakan oleh oknum untuk memeras masyarakat awam dengan dalih menyogok petugas.
Jadi hati-hatilah dalam mengedarai, perhatikan lampu lalulintas dan tetapwaspada, jangan lengah dan jangan pernah mau damai di jalanan dengan polisi lagi. Sampaikan kepada sanak saudara, family dan teman anda semua , semoga bermanfaat ........ Salam,
Wah jangan berlebihanlah.. itu kan hanya oknum Meskipun oknumnya telah bekerja sama dalam sebuah team work yang sangat solid dan saling mendukung (baca: saling menutupi bila ketahuan belangnya), antara satu oknum dengan oknum yang lain. Kerjasama - antar oknum itu- nyaris melibatkan seluruh oknum yang ada dalam organisasi tersebut... tapi itu tetap saja oknum bung! Polisi itu luhur dan baik, ia lembaga pengayom masyarakat yang siap melayani warga, tanpa minta imbalan apapun juga. Tentu Polisi tidak akan dan tidak mau disuap. kalau ada yang mau menyuap, "pantaslah" kalau dihukum. Jadi haruslah dibedakan antara Polisi dengan Oknum Polisi. Sulit ya membedakan... ya tentu saja sulit sebab orangnya sama... he he he he Maka jadilah polisi.... kalau gak bisa jadi polisi.. terima saja lah nasib. Mari kita berdoa agar Polisi Indonesia suatu saat nanti benar-benar bersih dari oknum yang tidak bertanggungjawab.
sebagai aparatur negara mereka tidak salah menilang anda, kalau kita lihat dari kronologis perkaranya, sebab apa yang dilakukan oleh teman saudara tersbut adalah yang salah karen mencoba menyuap.. nah yangrlu disadari terkadang oknum aparat kepolisian tersebut lah.. apakah kesalahan tersebut disengaja atau untuk menghindari bahaya, delik2 tersebut haruslah diperhatikan.. semua berharap agar kita menggunakan hati nurani
tulusjogja said "itu kan hanya oknum" oknum itu kan sedikit berarti polisi yang baik itu hanya oknum ya?
Betul mas BIMJA, makanya negara kita butuh polisi robot, supaya keruwetan istilah oknum segera selesai. Ntar kalau robotnya ndak jujur kan tinggal buang ke laut.. Hidup robocop!