Ini sebuah email yang saya dapatkan dari milis. ***************************************************************************************************
Doha-Qatar, 14 Desember 2005.
Assalamu'alaikum waramatullahi wabarakatuh,
Kepada Yth: 1. Bapak Menteri Tenaga Kerja RI. 2. Bapak Menteri Sekretaris Kabinet RI. 3. Bapak Menteri Perhubungan RI 4. Bapak Ketua DPR RI 5. Bapak Komisi Tenaga Kerja DPR RI 6. Bapak Juru Bicara Presiden R.I 7. Bapak Duta Besar RI di Qatar
Tembusan: 1. Koran Kompas 2. Koran Tempo 3. Koran Media Indonesia.
Pertama-tama kami doakan dari rantau-padang pasir Arab yang keras, tandus ini, semoga bapak-bapak dalam keaadan lindungan dan rahmat Allah SWT, amin.
Bapak-bapak yang terhormat, Berikut ini kami lampirkan satu cerita nyata yang sangat menyedihkan sekaligus menjengkelkan yang dialami oleh seorang teman, saudara kami yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak punya hati nurani, tidak bermoral, alias biadab dari Departemen Tenaga Kerja dan Departmen Perhubungan Republik Indonesia Jakarta.
Dan sesuai pertemuan kami dengan Bpk. Duta Besar RI di mesjid Alkhor Doha, Qatar pada bulan Ramadhan yang lalu, bahwa bilamana ada pemerasan-pemerasan macam ini dimana jelas nama oknumnya, jabatannya, tolong diinformasikan kepada beliau karena bapak Sudi Silalahi telah berjanji untuk memecat yang bersangkutan.
Karena kejadian ini bukanlah yang pertama dialami oleh rekan-rekan kami, dan banyak sudah pengalaman serupa, tapi baru sekaranglah kami dapat menceritakan secara lengkap termasuk nama, nomor telepon dari oknum-oknum yang terlibat.
Berangkat dari kenyataan inilah, agar bapak-bapak dapat mempertimbangkan permohonkan kami sebagai berikut: 1. Mengambil tindakan tegas kepada oknum bersangkutan. 2. Meninjau kembali Peraturan tersebut serta mencabutnya jika diperlukan 3. Menyediakan satu tempat di Bandara Cengkareng/Medan untuk mengurus rekomendasi tersebut. 4. Mengembalikan semua uang yang dipungut secara paksa kepada kawan kami tersebut.
Demikianlah surat ini kami buat dengan harapan mendapat perhatian serius dari bapak-bapak, dan serta tidak lagi terulang kejadian yang sama dimasa-masa yang akan datang.
Atas Nama,Tenaga Kerja Indonesia Sektor MIGAS di Qatar.
Wassalamualaikum W. W
PENGURUSAN REKOM DEPNAKER
Nama Saya : Rustam Andeskun Bin Yurnalis Passport No : M 763721 Calling Visa No : 032005197658
Saya mendapat pengalaman cukup menyakitkan terhadap perlakuan bangsa saya. Didalam negeri tidak ada lapangan kerja. Pergi keluar negeri saya dipersulit dan diperas.
Beda apa yang saya tahu dinegara Philipina, Pemerintah bersama aparat, mereka di Bantu habis-habisan oleh Negara dianggap sebagai pahlawan Devisa.
SAYA MALU DAN MENYESAL JADI WARGA NEGARA RI?
Kronologisnya sbb : Saya dapat calling visa tgl 09 November 2005 di kirim oleh majikan ke Padang Berangkat ke JKT naik Bus dan mengurus konfirmasi keberangkatan tgl 16 November 05 di Gulf Air. untuk berangkat 30 November 2005. Dengan modal calling visa dan PTA (paid advance ticket) Gulf Air memberikan ticket dan confirm keberangkatan kepada saya.
Tgl 18 November 05 saya ke Bandara Sukarno Hatta jam 11 malam dengan membawa : calling visa, ticket, kartu Depnaker Padang. Bagian ticketing tidak mau mengeluarkan boarding pass dan meminta saya untuk menghadap ke Depnaker Bandara lantai-II. Sebelumnya saya dipanggil oleh SATPAM Bandara dan Polisi, meminta dan melihat passport saya, dia menanyakan apakah anda teroris keluar negeri ?. Saya jawab tidak, dia lanjut tanya kenapa keluar negeri, saya jawab hidup susah dinegeri sendiri. Anda harus memiliki surat bebas teroris. Saya taya dimana mengurusnya, urus didaerah masing-masing. Pada waktu jumpa saya dengan petugas Depnaker Bandara saya dinyatakan tidak bisa berangkat dan diminta menghadap ke Depnaker Ciracas Jakarta esok Tgl 19 November 2005 saya pergi dan menghadap Depnaker Ciracas, nama petugas TURIMAN (bgn registrasi). Membeli materai Rp. 6000, isi formulir (surat pernyataan penduduk luar negeri / urus perjanjian kerja sendiri) dan menyerahkan kembali kebapak ke Turiman. Oleh pak Turiman saya diminta mengahadap bapak HARIYANTO NIP : 160047115 (an. KASUBDIT PENYEDIAAN PENEMPATAN DAN KERJASAMA KAWASAN II, KASI PENEMPATAN DAN KERJASAMA). Sebelum menghadap, Satpam marah-marah dan mencegat saya tidak dibolehkan menghadap pak HARIYANTO. Namun saya berusaha masuk dan dan dapat menemui bapak Hariyanto pada saat SATPAM lengah sibuk melayani calo-calo PJTKI karena saya menyaksikan calo tsb memberikan uang RP 50.000 kepada SATPAM tsb.
Pada pertemuan bapak Hariyanto beliau minta surat agreement kerja dan calling visa dan kartu Depnaker dari Padang. Saya serahkankan calling visa saja, selain itu saya tidak punya. Walau saya telah mencoba memohon agar Rekom Depnaker diberikan. Tapi pak Hariyanto tidak meberikan surat Rekom tsb. Saya diusir keluar untuk mengurus kontrak kerja dengan majikan di Qatar dan meminta surat (kartu kuning /surat pencari kerja) dari Depnaker di Padang. Diluar diruang informasi saya dipanggil SATPAM (Sugianto, telpon 081585248501) bersama para calo-calo sekitar 6 orang, salah satu namanya IRWAN, no telpon : 08176712652, katanya kalau mau selesai Rekom bayar Rp 3.000.000 tanpa persyaratan surat REKOM Depnaker bisa keluar.
Saya tidak punya uang, saya tidak mampu membayar. Saya kembali lagi ke Padang naik bus selama 4 hari (PP) dan kembali ke JKT Tgl 23 November 2005, di Padang saya berhutang sama tetangga Rp 1.500.000. Kemudian menghadap lagi ke bapak Turiman Depnaker Ciracas dengan membawa agreement contrak yang baru saja di fax dari Qatar dan kartu Depnaker Padang, membeli lagi materai Rp 6000 dan mengisi lagi formulir. Oleh pak Turiman saya disuruh menghadap bapak Hariyanto lagi. Saya serahkan surat yang diminta sebelumnya, namun Rekom Depnaker juga tidak diberikan, diminta lagi agar kontrak kerja di legalisir oleh KBRI di Qatar, juga surat kontrak asli yang telah dilegalisir oleh KBRI Qatar. Biaya saya telah habis, sedang Rekom belum juga keluar. Saya telah benar-banar kesal keinginan membunuh dalam hati muncul sambil keluar terus air mata kekesalan saya, dan SATPAM (pakai topi haji) mencemooh saya dan berkata serahkan saja Rp 2.000.000 kedia urusan bisa selesai, aman dan lancar. Sedang saya tidak punya biaya sebesar yang diminta.
Tgl 26 November 2005 saya kembali lagi ke Padang untuk mencari uang dan sambil menghilangkan rasa kesal, sedih, sakit hari, marah. Di Padang saya jual emas orang tua (paun rupiah emas) laku Rp 2.550.000. Kembali lagi ke JKT kali yang ke III, menghadap lagi pak Hariyanto dengan membawa surat copy kontrak kerja yang disahkan oleh Labor Dept Qatar, kartu Depnaker Padang, calling visa. Oleh pak Hariyanto juga tidak mau mengeluarkan Rekom Depnaker. Lantas saya keluar, nampak sama pak Turiman saya dipanggil dan saya disuruh menghadap kantor Depnaker Pusat Jln Gatot Subroto lantai 6 menghubungi bapak Triadi. Saya kesana ketemu degan bapak Triadi, saya serahkan semua surat yang saya miliki. Jam 3.05 sore tgl 26 November 2005. Saya disuruh menghadap kembali pak Triadi besok. Pagi tgl 27 November 05, pak Triadi tidak ditempat. Saya menunggu diruang tunggu selama 5 jam mulai 8.00 s/d 12.00. Jam 12.00, pak Traidi datang disuruh saya photo copy seluruh surat-surat. Saya serahkan copy, saya disuruh pulang dan diminta datang lagi besok pagi.
Tgl 28 pagi jam 11 saya tiba dikantor Depnaker pusat jln Gatot Subroto menghadap lagi bapak Triadi. Saya disuruh menunggu karena surat-surat banyak s/d jam 4.00 sore. Saya disuruh pulang dan datang lagi besok tgl 29 November 05. Tgl 29 datang lagi jam 9.00 pagi, disuruh membayar / stor bank BRI Jln. Ampang sebesar 15 USD. Naik ojeck ke jln Ampang, dan bayar 15 USD. Jam 11.00 selesai pembayaran. Kembali lagi ke bapak Triadi lantai 6, serahkan surat bukti pembayaran BRI 15 USD. Saya disuruh pulang karana atasannya yang menanda tangani surat syarat-syarat Rekom sedang rapat.
Tgl 30 November 05 kembali ke Depnaker Gatot Subroto, tiba 10.00 pagi, jam 1.00 siang baru diberikan berkas surat (dalam amplop tertutup, tidak tahu apa isinya) disuruh bawa ke Depnaker Ciracas untuk mendapatkan Rekom tsb. Di kantor Depnaker Gatot Subroto sangat terkesan saya petugas acuh tak acuh dan tidak mau melayani urusan perorangan, kecuali PJTKI atau calo-calo.
Tgl 01 Desember 2005 saya kembali Depnaker Ciracas menghapap bapak Turiman, isi lagi formulir dan beli lagi materai Rp 6000 dan membayar Jamsostek 40 USD dan menyerah amplop tertutup ke pak Turiman. Surat formulir baru diserahkan kepada pak Hariyanto dan menunggu s.d jam 6.00 sore. Pada jam 6.00 sore ini baru saya diberikan surat Rekom yang sebenarnya setelah urusan 12 hari pengurusan.
Tgl 12 Desember 2005 berangkat ke Bandara Sukarno Hatta dengan mambawa ticket, passport dan rekom Depanker. Dibandara surat REKOM Depnaker sama sekali tidak ditanyakan sampai saya saya tiba di Qatar.
katanya kalau mau selesai Rekom bayar Rp 3.000.000 tanpa persyaratan surat REKOM Depnaker bisa keluar.
Malang seribu malang, di negeri yang katanya banyak orang pintar, seharusnya tidak ada lagi sistem seperti ini. Harus ada sistem yang lebih baik, Solusi Administrasi Satu Pintu. Semua harusnya bisa selesai di satu pintu. Jangan sampai Slogan "Cari Makan harus Nyogok" tetap berlaku. Buat rekan2 yang ingin mengikuti tes PNS, ABRI, POLRI, yang katanya uang pelicin sampe 80 juta (berbeda masing2 daerah) berusahalah untuk tidak "menitipkan" uang. Rezeki semua di tangan Allah.
Tgl 12 Desember 2005 berangkat ke Bandara Sukarno Hatta dengan mambawa ticket, passport dan rekom Depanker. Dibandara surat REKOM Depnaker sama sekali tidak ditanyakan sampai saya saya tiba di Qatar.
WOW lah terus yg ngeluarin duit segitu banyak apa lagi buat materai @ Rp 6000 tiap kali segala itu buat apa dong?? bener2x gila toh surat yg di bikin yg jadi masalah ini bahkan sama sekali gak di tanyakan, mohon segera di tindak. bikin malu saja.
Sebenarnya banyak sich masalah yang bikin kita malu jd warga negara RI, ntah hal itu disadari pemrintah kita atau tidak atau mereka memang sengaja menutup mata dan telinga...hhhmmmm....cuman bisa prihatin doank...
Saya turut prihatin.. Doa saya, moga2 tindak lanjutnya benar-benar ada dan adil! Bukankah doa orang-orang yang terzolimi dikabulkan Allaah... Semoga...
wah wah tiap taun tiap bulan tiap minggu tiap hari tiap jam tiap menit tiap detik rupanya ada ada saja permasalahan yang memalukan terjadi di bumi nusantara dan yang berkaitan dengannya seperti antara lain keberangkatan ke luar negeri dengan bukti faktanya kasus tki/tkw dan studing banding belasan anggota dpr. aku jadi tambah bangga pada orang orang macam anggun -- kendati langka tapi amat bermakna bagi peningkatan peradaban indonesia dan dunia. juga orang orang macam usuf isak & gunawan mohammad, yang barusan menerima hadiah werthem (salah satu yayasan di belanda).
waduh,, kayaknya berita gini udah sering saya dengar tapi yang ini versi akuntabel dan dapat dipercaya..... lengkap dengan oknum-oknum yg terlibat lagi. kalo ada yg tau alamat elektroniknya pak sudi silalahi, teruskan aja berita ini ke dia, biar dia tahu dan akan kita lihat reaksinya...... Buat uda rustam, saya ikut prihatin sekaligus salut atas keberaniannya buat yg lain yg mungkin pernah dizalimin juga, ayo ungkapin semua.... mungkin ini bisa menjadikan indonesia lebih baik dan beradab nantinya dan kita akan bangga menjadi warga negara indonesia...
Sedih, greget, malu, prihatin baca nya!!!!! Entah kapan pemerasan, penindasan dan berakhir di negeri kita ini. Karena sudah umum terjadi dimana mana, urat malu pun sudah putus....*sigh*
Saya telah benar-banar kesal keinginan membunuh dalam hati muncul sambil keluar terus air mata kekesalan saya,
memang memprihatinkan.. negara ini kayaknya memang perlu revolusi yang radikal, bukan evolusi lagi. sampai kapan penghisap keringat dan darah rakyat itu bisa dibasmi ?
saya sih gak malu jadi warga RI... saya cuma gak rela orang2 macam yg di artikel ini ikut2an jadi warga RI... hahaha... yg kayak gitu mending diusir aja keluar negeri... ke Amrik, misalnya... biar ancur negara penjajah itu sama mereka...
Kata prihatin mungkin tidak cukup untuk mengungkapkan persaan saat membaca artikel ini. Masih kah kita bisa di anggap sebagai manusia yang notabene pengabdi negara" kalau tingkah demikian yang terus tumbuh subur dalam hampir sebagian besar oknum pelayan masyarakat. Kita memang harus malu sama negara-negara lain yang bener-bener bersikap "sebagai pelayan masyarakat". Philipina yang menganggap Tenaga Kerja Luar Negeri sebagai Pahlawan devisa. Jepang yang memanjakan masyarakat dengan pelayanan yang amat sangat simple, cepat dan rapi.
Semoga akan ada perbaikan di negara kita Semoga.......................
sedih memikirkan mental2 bobrok para pejabat kita..semua masih mental jajahan , sayang nya ini malah semangkin banyak saja dan merajalela.....ternyata kita bangsa Indonesia belum betul2 Merdeka..masih banyak yg tertindas atau menindas
saya sih gak malu jadi warga RI... saya cuma gak rela orang2 macam yg di artikel ini ikut2an jadi warga RI... hahaha... yg kayak gitu mending diusir aja keluar negeri... ke Amrik, misalnya... biar ancur negara penjajah itu sama mereka...
mas, yang menderita dalam hal ini bukan warga lain lho...bangsa sendiri mas! dan yang ancur bukan amerika mas..mereka baru2 ini yang justru sumbang 500 juta dollar buat bencana sunami mas...dari totalnya yang sejumlah 5 milyard euro dari luar negri mas!sementara dari bangsa sendiri seperti kamu orang aceh gak bakal bisa mengharapkannya..
mari kita sama2 introspeksi apakah disekitar kita ada yg bermental spt itu ? kalau ada sanggupkah kita mengingatkan.......yah.amar makruf nahi munkar memang berat.saya yakin hal spt itu banyak terjadi disekitar kita, cuma mata hati kita yg tertuptup dan pura pura tidak tahu......
Korupsi memang enggak mikir orang lain, sebab mereka makan bangke jadi seperti bangke juga. Nah elu pada mau jadi bangke kagak? kalo mau, korupsi aja, enak, bisa kaya dan gampang lagi. Cuman yang namanya korupsi itu datang perlahan, mulai dari yang kecil menjadi besar. Setelah besar kita tak tahu lagi asal usulnya. Tapi rasanya gak mungkin kita lepas dari terkaman koruptor, terutama di jakarta dan kota besar dan kecil lainnya, kampung dan segala pelosok desa ehh kok semuanya ya , lha iya memang sih. Indonesia kan memang negara koruptor terbesar di dunia, gak tahu ya kasihan deh lu
hmmm....Reformasi Birokrasi sepertinya menjadi salah satu jawaban atas permaslahan di atas. Jujur saya sebenarnya sangat antipati terhadap semua aparatur negara (petugas layanan umum, polri, dll) -meskipun tidak semuanya berbuat seperti itu- tapi image yang ada sudah terlanjur seperti itu. Ingat.. absolute power tends to corrupt ... Perbaiki birokrasi SEKARANG JUGA.
Tanya Ken..Apa ? (iklan rokok mengenai KEbobroKan Birokrasi)
mas, yang menderita dalam hal ini bukan warga lain lho...bangsa sendiri mas! dan yang ancur bukan amerika mas..mereka baru2 ini yang justru sumbang 500 juta dollar buat bencana sunami mas...dari totalnya yang sejumlah 5 milyard euro dari luar negri mas!sementara dari bangsa sendiri seperti kamu orang aceh gak bakal bisa mengharapkannya..
betul sekali, istri sendiri di sebelah nggak kelihatan,istri orang di sebrang jalan jelas banget hehehe
Di Negeri ini, masih banyak mafia TKI yang slalu manfaatin eksusahan orang lain. seperti slot iklan " Kalo bisa dipersulit kenapa harus dipermudah ?" atau mereka "Senang melihat orang susah dan Susah melihat orang senang"
Dihujat takut dosa...dirasakan bikin jengkel.... Lebih baik kita serahkan aja ama ALLAH. Semua pasti ada hikmahnya kok...buat kita sebagai rakyat kecil dan mereka yang jadi pemimpin bangsa ini. Semoga para pemimpin mengerti arti "amanah" yang ada dipundak mereka. "Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu (menghadapi kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara kebajikan) dan kuatkanlah kesabaran kamu (lebih daripada kesabaran musuh) dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta bertakwalah kamu kepada Allah, supaya kamu berjaya" (Surah Ali Imran 3: 200)
Bagaimana ngebayangin-nya yang dialami oleh Pak Rustam 3 x pulang pergi Jakarta - Padang via bus....dan syukur bagi yang masih punya dana dng mencari kerja atas usaha sendiri...bagi yang tidak???
Tidak ada jalan lain lagi kembali bertani, turun kesawah mencangkul atau jadi pengangguran dikampung merundungi malang dengan beban2 yang harus dihadapi.
Nah bagi mereka yang berwenang sebagai Pegawai Negeri yang kebal PHK...apakah tidak befikir dalam hal ini???
potret bangsa kita ..... mending kita tertawa, karena tertawa lebih sehat daripada menghujat ... yang tiada guna dan akhir. biar Alloh yang membalas semua kabaikan dan kejahatan manusia ciptaannya
Satu dari sekian banyak pengalaman tidak menyenangkan warga bangsa. Sayangnya kalo dilaporkan, atasannya juga dapat jatah. Masa "Jeruk Makan Jeruk". Lebih enak jeruknya ditebang trus dijadikan kayu bakar, biar bisa hangat.
baca note evimeinar.... jadi makin banyak pertanyaan di kepala .. apa iya semua pegawai pemerintahan seperti mereka?? hiks.. rasa-rasana seperti dijajah bangsa sendiri.. Dari hal kecil KTP aja dah ga bener kan?? bilang na gratis.. ternyata...... :(
Ya RABB.. tolong isi hati kami dengan cahya mu.. agar gelap nya dosa tak kami anggap kemilau intan permata...
negeri yang tidak punya hargadiri dan martabat di mata dunia.lihatlah kenyataan, muka para tki kita adalah tempat menyarangkan tamparan dan injakan para majikanya dan tkw kita adalah tempat melampiaskan hawa nafsu birahinya. kenapa demikian karena negeri kita tak bisa lagi memberikan perlindungan bagi masyarakatnya dan kenapa karena pemerintahnya tak bermartabat atau kata gaulnya adalah bangsat
saya sependapat dengan judul ini MALU JADI ANAK RI tapi bukannya tidak sayang dengan RI justru sayang jadi malu, kapan negeri kita yang dulu terkenal dengan macan asianya sekarang terkenal koropsinya dan amburadulnya semua tatanan hukum muaranya ya itu tadi korupsi dan mementingkan diri sendiri, kalau ada yang mau membentuk badan sapu jagat seperti waktu sapu jagat preman2 di tembak secara misterius saya setuju. kapan lagi negeriku bebas koroptor.
aduh...dari pertama baca sampai kalimat terakhir jantung saya berdetak kencang karena ikut merasakan keprihatinan bpk ini...dengan susah payah berusaha untuk merubah nasib tapi kok segitu sulitnya birokrasi di negeri kita tercinta ini...tapi syukurlah semua sudah teratasi ya pak,,,,semoga bpk di qatar kerjanya lancar2 saja dan diberi kesehatan serta murah rezeki, nanti pulang ke indonesia semua hutang2 bpk dapat dilunasi semua, Allah tidak akan memberi cobaan diluar batas kemampuan kita pak. Selamat bekerja dan sukses selalu.
Memang kadang gk habis pikir dengan aparat birokrasi di negeri ini,otak dan nuraninya sudah penuh dg kotoran.Lebih gila lagi, mereka2 itu tidak malu memamerkan hasil korupsi (atau kejahatannya) di hadapan publik dengan gaya hidup yang glamour,malah merasa bangga, GILE BENER,MALU DONG COY!!! Hidup TKI!!!
ya memang begitulah hidup di dunia ini...............yg lemah di tindas yg kuat ya menindas lah............makanya orang tua dulu khan bilang "jangan jadi orang yang lemah ya nak........"(tapi orang tua dulu gak bilang "kalo kamu kuat kamu tindas yg lemah ya nak"....)
Waduh kejammmmmmm ya emang kita cinta negri indonesia tapi bukan para penjabat yg gak punya hati nurani. kadang kita klo membandingan kenyamanan di luar negri kita bener bener di hargai dan di lindungi tapi di negri sendiri kita di jajah sesama bangsa sendiri dgn alasan alasan yang gak masuk akal MENYEBALKAN......saya harap orang orang seprti itu segera di tindak tegas , tapi sama siapa ya??apa aparat penegak hukum di indonesia udah bisa bersikap tegas..????serba susah....GIMANA nih usia indonesia udah 62 thn merdeka MERDEKA........?????
indonesiaku masih punya harapan, maju terus pantang mundur, buat karya nyata, anak bangsa menunggu kerja keras kita. Perbuatan2 merendahkan diri sendiri tidak menyelesaikan masalah
Halo Videonya ini benar gak.... jangan nebar fitnah, bangsa ini sudah rusak, sudah cukup kesusahan. ganti dengan kerja keras. buuang Fitnah jauh...............................!
Tidak usah teriak hancurkan korupsi kalau anda-anda sendiri juga melakukan korupsi. Sebagai contoh korupsi waktu kerja, anda-anda digaji bukan untuk cuma datang, duduk, browsing internet, chatting, blogging di Multiply, dll. Kalau masih suka korupsi waktu kerja, jangan memaki-maki orang lain yang korupsi, itu namanya Maling teriak Garong.
negeri yang tidak punya hargadiri dan martabat di mata dunia.lihatlah kenyataan, muka para tki kita adalah tempat menyarangkan tamparan dan injakan para majikanya dan tkw kita adalah tempat melampiaskan hawa nafsu birahinya. kenapa demikian karena negeri kita tak bisa lagi memberikan perlindungan bagi masyarakatnya dan kenapa karena pemerintahnya tak bermartabat atau kata gaulnya adalah bangsat
jadi, anda akan mencalonkan diri menjadi Presiden Indonesia agar bangsa ini mempunya martabat & harga diri ?, anda siap ?.
saya sih gak malu jadi warga RI... saya cuma gak rela orang2 macam yg di artikel ini ikut2an jadi warga RI... hahaha... yg kayak gitu mending diusir aja keluar negeri... ke Amrik, misalnya... biar ancur negara penjajah itu sama mereka...
Anda jangan melangkahi Tuhan, para pejabat yang korupsi itu DIJADIKAN Tuhan sebagai manusia Indonesia, dan jangan anda membenci sesama manusia ataupun bangsa lain, Tuhan itu Maha Pemaaf.
Masa foto headshot anda menampilkan wanita berpakaian busana khas suatu agama, tapi reply anda mencerminkan kebencian ?. Nanti orang mengira suatu agama tertentu adalah agama yang penuh kebencian.
sebenarnya saya pun tidak menyukai negara ini, tetapi dihati terdalam saya sangat mencintai negara ini. saya ingin sekali merubah bangsa ini dan saya memulainya dari diri saya pribadi. Saya adalah Indonesia, walaupun saya sadar bahwa selalu saja dihujani batu di rumah sendiri tetapi ini adalh rumah saya. Dan saya tetap akan terus berada disini.
Kebanyakan orang di negeri ini merasa baik dan jujur hanya karena tidak punya kesempatan untuk berbuat jahat dan korupsi. Kisah tragis sudah terpampang, begitu banyak tokoh yang dulunya kritis dalam berpikir dan memberi kritik, setelah duduk di jabatan pemerintahan malah jadi berobah, karena sudah terbuka kesempatan untuk "korup dan bermain api". Nothing wrong with this country, the problem is on the people..
semasa aceh dilanda tsunami, group bantuan medical supply & food dari Malaysia juga perlu membayar untuk masuk ke sana, walaupun ada surat dari Ministry. Yang meminta hanya officer biasa yang memaksa untuk uang. Terpaksa bayar sahaja seperti kedatangan tourist2 yg lain...sigh...
Saya turut prihatin mendengar cerita ini. Tapi sebaiknya, jgn ceritakan aib bangsa Qt, yg salah adalah org2nya. Jgn sampai artikel ini di copy paste di milis malay vs indo. Qt jg yg malu!
saya tidak malu jadi warga Indonesia,apa pun kesalahan pemimpin atau pengurus pemerintahan kita, ya mesti kita kasih tahu letak kesalahannya,kita mesti banyak dialog,kerena kita bangsa yang besar.dan bangsa-bangsa lain di luar sana mengagumi kebesaran kita.dan saya yakin anda pun demikian,saya yakin anda hanya merasa kecewa saja dengan pengurus pemerintahan kita
Dari dulu peraturan, undang2 ataupun apalah yang disebut birokrasi di Indonesia itu memang ribet dan tidak membantu rakyat.. Bangsa kita sudah merdeka ke-63 tahun, tapi nampaknya gak maju2 juga ya. Kisah yang diatas sebenaranya sudah lama saya tahu, tapi gak akan pernah ditanggapi oleh Pemerintah kita. Kita bangga dengan tanah air dan bangsa kita, tapi kecewa dengan sistem dan birokrasi serta oknum2 yang merajalela....