Link: http://pormadi.wordpress.com/2008/05/23/pemuka-agama-diminta-selesaika...

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta pemuka agama menjadi contoh untuk menyelesaikan konflik secara damai dan tanpa kekerasan.....

leo4kusuma wrote on May 23
lah trus, fungsinya dia sebagai presiden sekaligus pemimpin nasional apa?
pormadi wrote on May 23
Presiden itu kepala negara yang harus menjaga kesatuan NKRI, salah satunya menganjurkan penyelesaian konflik dengan jalan damai.
leo4kusuma wrote on May 23
he3x.... dia da menjaga lom?
kritis9 wrote on May 23
saya rasa tindakan sby cukup benar dengan meminta pemuka agama masing2 untuk menghimbau jemaáh nya mencegah konflik..kalau dia sendiri yang menghimbau belum tentu rakyat yg beragam agamanya mau mendengarkan
newcolours wrote on May 24
jabatan sbg pemuka agama sekarang bukannya udah politis ya?
jadi menurut gue agak sulit juga kalo kemudian mereka tetep diharapkan oleh SBY menjadi 'ikon' bagi jemaahnya,,yg ada ntar malah pengerahan massa bukan pengarahan massa ...

* INDONESIA RAYA *
leo4kusuma wrote on May 25, edited on May 25
SBY sebagai individu yang mewakili kepemimpinan nasional semestinya bisa memberikan contoh (yg baik) terlebih dahulu daripada sekedar 'meminta' para pemuka agama untuk menyelesaikan konflik dgn damai. Bagaimana caranya? Dengan menjamin kebebasan atas keyakinan dan kepercayaan yang dianut oleh masing2 agama dan kepercayaan. APAKAH SBY SUDAH MENJAMIN? Lihat saja aksi kekerasan yg menimpa kelompok Ahmadiyah. SATU BUKTI SBY SENDIRI SUDAH TIDAK BISA MENJAGA KERUKUNAN ANTARA UMAT BERAGAMA. Parahnya lagi, SBY bahkan tidak menggarisbawahi tindakan tegas atas segala bentuk kekerasan yg mengatasnamakan umat. Perlu kita cermati lagi, makna yang tersirat dari kalimat 'Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta pemuka agama menjadi contoh untuk menyelesaikan konflik secara damai dan tanpa kekerasan....", apa yg sesungguhnya terjadi? Jawabannya sederhana. Jika dihubungkan dgn aksi kekerasan yg menimpa Jemaah Ahmadiyah bbrp waktu yg lalu, SBY mencoba utk menyerahkan semua hukum kpd pemuka agama. Ya itu yg terjadi, pengerahan massa utk kekerasan. Mungkinkah itu yang sesungguhnya diiharapkan oleh SBY? Semoga saja tidak. Ini politik dan beginilah bahasa politik. Kita masyarakat harus waspada dan jangan mudah terpancing provokasi.
newcolours wrote on May 25
@ Bung Leo4kusuma :
bahasa politik memang penuh dialektika Bung..dan lebih banyak lagi masyarakat diluar sana yg belum (atau tidak?) waspada sehingga terpancing provokasi,,dan ini gak jauh dampak dari isi perut yg makin nyaring ..


* INDONESIA RAYA *
Add a Comment
   
Indonesian Community
Join this Group!RSS FeedHelp on RSS FeedsAdd to My Yahoo
Report Abuse
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Modified from Mediterranean by John Whittet.
Originally on the CSS Zen Garden.
Used and Modified with permission from the author.