Jul 19, '08 4:02 AM
for everyone

Bulan ini kondisi di Lahad Datu agak lain dari biasanya. Hampir di setiap sudut kota Lahad Datu banyak pihak Imigrasi, Polis Diraja Malaysia dan RELA berseliweran dan memeriksa identitas orang-orang yang di anggap mencurigakan oleh mereka. Bagi yang tertangkap basah tidak mempunyai paspor sudah pasti di lokap ( penjara ) sambil menunggu waktu untuk di deportasi dari Malaysia sementara bagi mereka yang mempunyai paspor namun kedapatan bepergian tanpa membawa paspornya maka mereka akan tetap ditangkap sambil menunggu majikan mereka yang akan menebusnya dari Balai Polis.
Minggu lalu, salah satu kawanku yang juga salah satu dari guru RI yang dikirim ke Sabah Malaysia kena tangkap juga oleh pihak Polis. Kesalahan dia adalah nekat pergi jalan-jalan keluar dari tempat kami menginap tanpa membawa paspornya. Bukan di sengaja sih, tapi memang dia sendiri yang lupa. Perlakuan yang dia dapat sama dengan orang-orang lainnya yang tertangkap dalam razia itu. Mereka dikumpulkan dalam Gedung Dewan Lahad Datu (kurang lebih ada 30 orang yang bersama dia saat itu) dan disuruh berjongkok sambil kedua tangannya diletakkan di belakang kepala. Sakit hati juga melihat perlakuan para Polis dan RELA yang dengan seenak udelnya memperlakukan orang-orang yang ditangkapnya dengan cara seperti itu.
Beberapa teman langsung bertindak dengan memberi jaminan bahwa salah satu orang yang kena tangkap dalam razia itu adalah salah satu guru RI. Pihak KJRI Tawau yang dihubungi juga menelepon Balai Polis. Setelah bernegoisasi dan ada bukti-bukti yang lengkap tentang kawan kami itu, maka pihak Polis pun melepaskannya setelah melewati beberapa prosedur yang harus dijalani seperti pencatatan identitas dan lain-lain. Lega rasanya setelah kawan kami dibebaskan oleh pihak Polis Lahad Datu.
Namun kelegaan kami mungkin tidak berlaku untuk para pekerja ladang yang ada di ladang-ladang sawit. Ternyata pihak Polis Diraja Malaysia, RELA dan Imigrasi Malaysia juga masuk ke ladang-ladang sawit juga untuk menangkapi orang-orang yang tidak mempunyai dokumen yang jelas. Jangankan orang dewasa, anak-anak remaja yang berusia 12 tahun ke atas bisa kena tangkap kalau ada razia ke ladang-ladang sawit. Jalan satu-satunya adalah kabur dan bersembunyi ke dalam ladang sawit meskipun mereka tetap merasa was-was karena sering kali pihak Polis dan Imigrasi itu terus mengejar sampai masuk ke dalam hutan sawit dengan membawa anjing pelacak.
Ya..itulah yang sedang terjadi di sini! Semoga ada pihak-pihak yang mau membantu mereka..
Amien!
( Artikel ini aku posting juga ke Multiply'ku : http://guruh78.multiply.com/ )

alvian wrote on Jul 22
mau bekerja legal dipersulit oleh oknum bangsa sendiri..

bekerja tanpa surat2 legal juga sulit dinegara orang...

nasib....
guruh78 wrote on Jul 22
alvian said
mau bekerja legal dipersulit oleh oknum bangsa sendiri..

bekerja tanpa surat2 legal juga sulit dinegara orang...

nasib....
Hehehehehe..seperti makan buah simalakam ya bro? Kalau sudah seperti ini orang-orang kecil yang jadi korban kan?
Add a Comment
   
Indonesian Community
Join this Group!RSS FeedHelp on RSS FeedsAdd to My Yahoo
Report Abuse
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Modified from Mediterranean by John Whittet.
Originally on the CSS Zen Garden.
Used and Modified with permission from the author.