1 abad Kebangkitan Nasional. Saudara-saudaraku sebangsa, setanah air, dan sebahasa.. dengan apa kau memaknainya? Dikala pemerintah menyambutnya dengan kenaikan bbm..resolusi apa yang ingin kau berikan untuk negri ini?
Bagaimana bisa negri dengan perut bumi penyimpan kekayaan alam terbanyak diseluruh jagat raya ini sampai sekarang masih merana? Negri dengan 17.508 pulau dalam satu kesatuan Negara. (jika kau berikan 1 harimu untuk berkunjung ke 1 pulau Indonesia disetiap harinya, kau perlu 48 tahun untuk mengunjungi semuanya). Negri dengan 316 etnik yang mewarisi kebudayaannya masing-masing. Negri dengan 670 bahasa daerah yang dipersatukan dengan bahasa Indonesia. Negri dimana kau tanam biji kopi tumbuh biji kopi terbaik di sluruh dunia. Kenapa sampai sekarang ini masih ada rakyatnya yang merana?
“Indonesia Salah Urus”
Indonesia mendaftar sebagai anggota OPEC, membayar membership $2 million pertahun-which is around 20miliar rupiah, agar negara kita dapat mengekspor minyak mentah keluar negri.Tetapi disini malah terjadi suatu ketimpangan, Indonesia masih saja harus mengimport minyak dari luar karena pasokan minyak dalam negri belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat dan mengamankan cadangan bbm. Meskipun bagi sebuah negara 20 miliar tidaklah memberatkan dan meskipun negara ini kaya akan sumber daya alam, scr khusus sy menunjuk pada minyak bumi.. pemerintah tetap harus dengan bijaksana mengkaji untung ruginya Indonesia menjadi anggota OPEC. Bukankah lebih baik 20miliarnya untuk orang miskin di bumi indonesia. stuju?
Wajar tidaknya kenaikan harga BBM menurut saya pribadi, sebenarnya merupakan hal yang mundur-maju salah. Dinaikan salah-tidak dinaikan salah. "kalau tidak bunuh ibu harus bunuh bapak" atau sebaliknya. Adapun penyebab dari keadaan Indonesia yg seperti sekarang ini bukan hanya semata-mata kesalahan pemerintahan SBY-JK (justru kita juga perlu merasa tak tega dengan beliau-beliau, terus ditekan seakan bencana ini adalah kesalahnya. Memangnya ngurus tanah air se luas ini-penduduknya banyak-beraneka ragam suku kebudayaan-dengan segala warisan permasalahannya-mudah?)
Yang harus kita sadari bersama adalah semua permasalahan yg sampai kini belum dpt dipecahkan, yang sampai kini kita masih tidak tahu jawaban mana yg 100%benar dan 100%salah, adalah permasalahan akibat kesalahan-kesalahan yang menumpuk. Menumpuk dari era 32 tahun "Komunisme Indonesia", 2 tahun pemerintahan yang membuat sluruh kaum buruh Indonesia jadi tertekan seumur hidup karena berlakunya sistem kerja kontrak. Dan sekarang ini kita sedang dalam pemerintahan yang memiliki dana belanja iklan terbesar untuk penayangan iklan BUMN versi “Indonesia for Sale”, target audiencenya investor-investor kaya nan serakah di seluruh dunia.
Semua permasalahan yang menumpuk ini akhirnya meledak di tahun 2008 era Pak SBY-JK. Dan sekalipun kita bisa mundur ke 4 tahun silam, siapapun yang menjadi presiden, baik itu Ibu Mega yang sangat nasionalis dan memiliki semangat tinggi untuk membangun Indonesia, Pak Amin Rais yang reformis dan pemikirannya luarbiasa cerdas.. tetap saja tidak sebegitu mudahnya dapat menyelesaikan permasalahan negara di era ini, berikut warisan permasalahan dari era yang lalu. Setidaknya, Pak SBY-JK bisa mengambil keputusan untuk menentukan nasib Indonesia kini. Keputusan apapun setidaknya lebih baik daripada menelantarkan Indonesia. Saya percaya, saya optimis, dan saya berharap bahwa dibalik keputusan terpahitnya sekalipun, latar belakang dan tujuannya tetaplah suatu niatan baik untuk bangsa dan negara. Meskipun menurut saya secara pribadi, betul adanya bahwa beliau terseret jauh pada urusan pengurangan pengangguran yang menemui jalan buntu, hal ini memaksa beliau untuk menyerah dan kemudian melempar anak-anak bangsa kepada investor yang menCARI-CURI keuntungan dari negri ini.
Namun bagaimanapun juga, salah atau benar keputusan beliau, kita sebagai rakyatnya harus berhati besar menghargai segenap usaha kerasnya memerintah bangsa ini. Lihatlah pak SBY yang 4 tahun lalu gagah, mungkin mirip dengan Patih Gajah Mada. Sekarang sluruh rakyatnya bisa melihat dibawah mata sayu beliau terukir kelelahan yang amat sangat. Meskipun wajahnya masih sering kali nampak berseri kepada rakyat, senyum masih selalu ada di sudut bibir, namun kantung mata sang presiden sudah terlihat sekalipun dari kejauhan. Jadi jangan juga kita tega mencoreng nama beliau dengan mudahnya. Generasi sekarang memang harus kritis menyimak permasalahan dunia, tapi sebisa mungkin mengkritisi dengan sikap yang bijaksana dan santun. Saya bukan partisipan demokrat, saya hanya seorang orang kecil yg menaruh pengahargaan setinggi-tingginya kepada siapapun yang dengan ikhlas mau melakuakan sesuatu untuk bangsa ini. Saya tidak begitu perduli dengan hasilnya, jika niatan sudah baik, perencanaan sudah semaksimal mungkin, hasilnya tentu layak mendapatakan apresiasi.
Menurut pandangan saya secara pribadi, saya mengatakan "Indonesia Salah Membangun" bahasa gaulnya "Indonesia Salah Urus"
Wongyah Indonesia ga dengerin apa kata Presiden Sukarno sieh...! Sudah dibilang Indonesia tidak boleh bergantung pada luar negri. Dengan tegas beliau katakan "Go to hell with your aid!" kepada Amerika dan negara kapitalisme lainya. Negara harus dibangun dengan kekuatan anak bangsa sendiri. Seperti yang kita sudah tau bersama, keadaan yang bertolak belakang terus menerus terjadi tanpa terhentikan di era pasca Presiden Sukarno memimpin. Sekarang ini, pemerintah kita terus saja bulak-balik sibuk nyari investor (bangga lagie!) Sibuk membangun kota besar.. seperti halnya membangun Jakarta supaya jadi Hollywood sekaligus Washington DC nya America. Bukannya berpikir untuk membangun rakyat kecil terlebih dahulu, membangun mental anak bangsa, dengan perlahan tapi pasti... supaya kelak dengan harta nan berlimpah di tahah air Indonesia, mereka-mereka inilah yang akan menjadikan Indonesia lebih hebat dari negara-negara dimanapun juga di dunia. Selama ini, kita terlalu ambisius.. terlalu terburu-buru membangun fisik negri ini. Bak beringin yang rindang dengan akar yang tak kuat.
Saya bilang Indonesia salah urus! Karena TAK TAU kekuatannya sendiri. Negara begitu subur tanahnya.. begitu kuat nilai budayanya.. mengapa tidak berusaha membangun mulai dari kelebihan yang kita miliki? Membangun Indonesia untuk menjadi negara agraris-yang sepanjang masa swasembada pangan apa buruknya? Membangun Indonesia untuk menjadi negara budaya-yang sektor pariwisatanya maju apa buruknya? Membangun Indonesia untuk menjadi negara soko guru-yang diminati para pelajar mancanegara apa buruknya? Toh sejak dulu tanah kita subur, warisan budaya kita luar biasa, dan cendikiawan kita diakui kepandaiannya, kalau tidak percaya, coba tanyakan kepada Malaysia, ketika mereka baru merdeka siapa yang kirim guru kesana..?
Mengapa Indonesia bukannya fokus ke hal-hal yang menjadi andalan dan kekuatan bangsa ini? Yang sudah menjadi harta warisan sah turun temurun dari sang nenek moyang kepada pewaris tunggalnya, tidak lain adalah kita-kita ini. Mengapa malah fokus ke pembangunan ala America-Eropa-Jepang-kaum kapitalis? Latar belakang Indonesia jelas tidak sama dengan negara-negara tersebut. Mereka bisa berhasil dengan caranya, kita belum tentu! Kalaupun memaksa untuk menerapkan pembangunan ala mereka, tetap saja akan tidak akan cocok! Seperti halnnya menanam kaktus di tanah nan subur Indonesia, memelihara beruang kutub di iklim tropis nan sexy Indonesia.. apa cocok?!
Kalau generasi kita terus saja mengikuti permainan pemerintah yang “Proyek besar untung besar, hancurlah Indonesia ini.. “
Ayukkembali dengarkan suara 'sang pendiri bangsa Indonesia'.. beliau tidak mungkin salah.. bak ibu yang melahirikan seorang anak semata wayangnya yang tercinta.. Jiwa raganya pun akan diberi, tak mungkin memberi nasehat yang salah. Presiden Sukarno begitu banyak berpesan kepada Indonesia-nya.. Andai sedikit saja kita lebih menurut, keadaan kita pasti jauh lebih baik dari sekarang ini.
100 tahun kebangkitan nasional, bukan hanya untuk dikomentari apa kah indonesia jadi bangkit atau tidak. Tapi kita harus.. HARUS!masing2 pemuda pemudi Indonesia "sing wong cilik.. yang mungkin kemampuannya hanya sebatas membangun lingkungan di sekelilingnya" punya jiwa kesediaan membangun Indonesia mulai dari bawah dengan ikhlas dan pengabdian.. Mengerjakan hal kecil yang tak terlihat, yang selamanya tak bisa dipandang orang-orang besar yang tidak punya kepekaan hati. Kalau bukan kita yang mau mengerjakan hal2 kecil ini.. Siapa lagi?
Saya rindu Indonesia yang suaranya bergaung ke sluruh penjuru dunia. Saya rindu Indonesia yang goncangannya bisa memerdekakan banyak negara di benua Asia dan Africa. Saya rindu Indonesia yang sanggup menyentuh lubuk hati terdalam dari para seniman kelas dunia. Kalau sang designer piala dunia.. (skali lagi untuk penegasan: designer piala DUNIA) masih ada, saya ingin tanya kepada beliau "Mengapa yang diukirnya tanah air Indonesia? Bukan negara adidaya sekelas Amerika? Indonesia begitu rumit diukir mengapa yang dipilihnya Indonesia?" Tidak mungkin beliau hanya asal mengukir.. Seniman sekelas beliau imajinasi dan intusisinya melebihi jagat raya ini.
Saya dari lubuk hati terdalam, dengan sejujur-jujurnya, sangat berbangga menjadi bagian dari bangsa ini. Apapun yang terjadi pada Indonesia kini... Saya selalu berbangga dan bersyukur terlahir menjadi seorang bumiputra. Hujan batu di negri sendiri tidak menjadi masalah.. Justru ini dengungan sirine yang mengajak saya untuk turut serta mengambil bagian dalam penyelamatan masa depan negara bangsa (nation-state) ini. Bukankah sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat untuk orang lain? Ketika Indonesia menangis, sy ingin menghiburnya.. Meskipun hanya senyuman yang sy miliki, akan sy berikan kepada Indonesia sebuah senyuman yang terbaik. Akan sy berikan usaha keras juga ikhlasnya pengabdian, beriring doa disetiap langkah ini. Inilah makna kebangkitan nasional bagi saya. Kebangkitan Nasional adalah kebangkitan dalam jiwa masing-masing rakyat Indonesia. Jiwa ini yang kemudian akan menggerakan seluruh raga untuk turut mempersembahkan pengabdian yang terbaik bagi bangsa dan negaranya.
[Tulisan yang saya buat ini entah bermafaat atau tidak, atau malah sankin panjangnya membuat kalianjadi malas membaca. Dengan maksud yang baik, saya menuangkan apa yang ada dalam pikiran.. Adapun pemikiran adalah buah dari otak manusia yang diberikan tuhan kepada makhluk secitranya. Semoga berkenan..]
klo aja negara ini salah ngurusnya, trus gmana dgn rakyat yg diurus? logikanya, rakyatnya juga sama aja. nah, tergantung kita sadar ato ga. mulai aja dari hal2 sepele yg ada pada diri kita dan apa yang sudah kita lakukan. sekecil apapun, kalo kita sadar ato paham, insya allah kebangkitan nasional akan tumbuh dgn sendirinya. ga perlu mesti tunggu moment2 penting spt kebangkitan nasional. ga bisa lagi kita mengharapkan mereka yg ngurus bangsa ini ngerti, kita mulai aja dulu dari diri kita sendiri.
kalo boleh pak, tulisan saya ini dibaca sampai akhir dulu baru dikomentari..
Sebab di 3/4 tulisan saya ini isinya ingin mengatakan rakyat sendirilah.. tidak lain tidak bukan adalah kita-kita ini yang wong cilik.. yang kemampuannya mungkin hanya sebatas melakuakn sesuatu untuk sekilingnya saja.. Kita2 ini yang harus melakukan sesuatu untuk negara indonesia dengan ikhlas dan pengabdian.. sesuatu yang tak terlihat oleh mata orang2 besar..
Sy stuju dg bapak, kalau mau bangkit tak perlu nunggu moment seperti ini. tp jika memang moment seperti ini bisa membangkitkan juga tak ada salahnya. Yang penting jika setelah bangkit, terus berusaha untuk hidup dan mengabdi..
vir, ga nyangka, diskusi kita bisa jadi bahan tulisan yang menurutku keren abis. bener banget, kita semua harus sadar, ga perlu nunggu moment, semua harus diawali dari diri sendiri... niat di hati, itu yang penting, dankemudian diwujudkan dgn tindakan.. klo dalam perwujudan itu ada kendala, jgn menyerah..jangan putus asa..
setuju banget, sudah saatnya kita sebagai individu memulai mengorganisir diri kita sendiri, mulai berpikir kritis tapi bertanggung jawab, tidak semena-mena karena kita mayoritas, dan mampu membuat prioritas diantara berbagai pilihan, mudah-mudahan dengan individu berkualitas kita bisa bangkit.
Koq banyak yang baca tapi yang komentar cuma 3 yah...? ehehhe... Hai.. the now generation, it's time for us to talk.. it's time for us to share our opinion. harus berani bicara dunk :) Never just waiting on the world to change.
Tentang mempertahankan konstitusi jg penting lho. Apa arti kekayaan dan (penghematan termasuk penghematan BBM) kalo kebebasan kita beragama kita dijajah.Diskusi+studi ttng History of Religion perlu untuk menghabiskan kolotnya doktrin keagamaan. Ada hal penting di blogkku; http://tuturtawa-jejak.blogspot.com/
yepsss... konstitusi sgt penting... Dan sesungguhnya yang terpenting adalah pancasila.. seperti yang sudah dicetuskan our finding fathers.. Emang terkesan sangat teoritis. tapi kalo kt mau mengerti secara mendalam tentang pancasila itu sendiri-bagi bangsa indonesia, pasti ga ada orang indonesia yang kalo disuruh menyebutkan isi pancasila jawabannya "uhmmmm lupa..."
saya pernah dengar pidato presiden sukarno.. bahwa indonesia ini adalah bangsa yang sangat besar.. maka landasannya haruslah lebih besar dari bangsa itu sendiri...
maka.. bicara tentang indonesia tidak bisa lepas dari bahasan ketuhanan... para pendiri bangsa dengan segala kebijaksanaanya menempatkan sila ketuhanan di tempat yang utama... mengharap bangsa ini menjadi bangsa yang berketuhanan.. sikap dan perilakunnya adalah sikap dan perilaku orang yang memiliki tuhan di hati sanubarinya...
para pendiri bangsa memberikan kebebasan kepada warganegaranya memilih agamanya masing2. tidak menyebutkan agama mana yang paling benar untuk dijadikan landasan negara... sesungguhnya sgt disayangkan sekali kalau sekarang antar umat bergama bisa tidak rukun karena menganggap agamanya paling benar.
satu yang saya harapkan.. baik itu tentang perbedaan agama.. baik itu tentang perbedaan suku bangsa... "meskipun indonesia belum se-maju negara lain.. yang penting orang indonesia dengan orang indonesa hidup damai tentram.. rukun... tolong menolong.. tenggang rasa.. saling perduli.."
bukankah sejak dulu kita ini negri penganut "mangan ga mangan asal kumpul"?
disadari atau tidak, hanya disini kita tidak bingung tiap hari bertemu orang dengan berbagai warna.. satu nusa satu bangsa tapi warna kulitnya beda.. bentuk rambutnya beda... tutur katanya beda... bahasanya beda.. smuanya berbeda... kalo ke pedalaman baju daerah, rumah adat, makanan, kebiasaan, sarana transportasi, alat2 rumah tangga dan lain sebagainya... semuanya beda... TAPI entah kenapa kita tidak bingung dengan semua ini.. merasa ini adalah bagian dari milik kita sendiri... ketika sampai di negri orang, yang kita banggakan bukan hanya kebudayaan daerah asal kita, bukan saja tempat2 manarik di dekat rumah kita saja... tapi tanah air indonesia yang nn jauh disana juga kita banggakan...
haduh... kadang menghayati semua ini.. menyebut kata "indonesia" pun bisa bikin hati sendiri bergetar...
semoga ada suatu masa yang sampai selama-lamanya-dimana sluruh bangsa indonesia mensyukuri tanah airnya yang begitu berwarna.. amin.