Sekitar Aktivitas Kreativitas Tulis Menulis Di Luar Garis (6)
Oleh: A.Kohar Ibrahim
TRANSIT. Ada yang bilang hidup ini tak ubahnya seperti Transit. Meski makna transit selayaknya memang sebagai tempat persinggahan yang dalam ruang maupun waktunya terbatas. Dalam kesementaraan. Kesementaraan dalam suatu perjalanan yang relatip panjang. Namun, apa dan bagaimanapun adanya, tak urung Transit itu sendiri bukan tak mungkin sarat akan problematika karenanya menimbulkan ragam macam tanda-tanya yang berkaitan dengan situasi-kondisi hidup kehidupan masyarakat manusia di mana pun adanya. Tak peduli di negeri-negara Kerajaan dengan sang Raja dan Pangerannya; di negara-negeri Kekaisaran atau Keimperialan ataupun Kerepublikan. Tak peduli pula ragam macam oto-proklamasi yang disiar dan warna panji-panji yang dikibar-kibarkannya.
Dari pengalaman perjalanan hidup kehidupanku adalah ekspresi diriku berkenaan dengan Transit dan saling selang seling kait berkaitannya.
Transit
bagiku transit pertama kali di bulan september'65:
pnompenh kamboja menuju kanton china.
transit kedua di bulan juni'72:
moskow uni soviet menuju ujung eropa.
di kamboja kami tak disambut keturunan pangeran
di moskow nomenklatura datang dengan rayuan.
ah, tidak, ah, ogah...
kalau cuma untuk menyanyikan lagu itu itu juga
hakekatnya 'kan sama saja.
kami tak sudi lagi jadi pelopor dalam lingkaran setan
dididik jadi aparacik pemuja kekuasaan.
kami mau meneruskan perjalanan
sekali pun berlika liku namun wajar dalam kehidupan.
Stasiun KA-Metro Moskow, 1972.
*
Demikian salah sebuah karya tulis yang tercatat di: Stasiun KA-Metro Moskow 1972. Tapi baru disiar kemudian dalam"Berkas Berkas Sajak Bebas" A.Kohar Ibrahim,Kreasi N° 13 1998, halaman 28.Sedangkan pada halaman 29 tertera sajak berjudul "Toko Negara"; disusul yang berjudul "Pemerikasaan" (hlm 30) dan "Cahaya" pada halaman 31.
Toko Negara
sehari semalam di moskow
himbauan lagu ikan duyung tak mampu memukau.
selain ke metro yang indah kokoh, juga lumumba
sedang di toko negara mataku lebar terbuka:
di peking benar-benar serba ada, di sini serba langka.
Moskow, 1972.
*
Pemeriksaan
keretapi meluncur deras
tapi pernafasanku sesak dicengkam waswas.
di perbatasan negeri-negeri ini selalu terjadi
pemeriksaan karcis sekaligus penggeledahan.
kami disangka pencuri ataukah penjahat buronan ?
padahal kami hanya pengungsi dari "sosialisme tangsi".
keretapi meluncur membawa gerbong kegelisahan
tak terdengar lagi lagu "sekawan" maupun "persahabatan".
Perbatasan "Blok Timur", Medio 1972.
*
Cahaya
di timur cahaya suram dalam kelengangan
di barat gemerlapan dalam kebisingan.
di timur militer dan polisi di mana mana:
polisi berseragam polisi preman polisi kawan sendiri.
di barat militer dan polisi begitu sigap-sigap:
polisi polisi jerman dan pendudukan zone zone internasional.
di mana dan siapa sih yang sebenar-benarnya
menikmati alam bebas merdeka ?
yang pasti, di berlin barat, aku dan bung didi
tidur gelisah di kamar sempit bersama kelinci !
di berlin barat, kutangkap seberkas cahaya:
kehidupan itu perjuangan dalam beragam warna.
Sprengelstrasse, musimpanas 1972.
*
TRANSIT dan 3 buah karya tulis lainnya dari kumpulan"Berkas Berkas Sajak Bebas" itu merupakan bagian tak terpisahkan dari ekspresi diri berdasarkan pengalaman kehidupan, yang dirasa dan yang dipikirkan. Sebagai bagian dari rangkaian perasaan dan pikiran yang berintikan pada manifestasi pemberontakan berupa pertanyaan: "Mengapa ?" Pertanyaan yang bisa diajukan secara multi-dimensi atas bidang-bidangkehidupan.
Iya. Betapa tidak. Bukan saja tatkala menjalani kehidupan sehari-hari dalam keadaan normal, tapi juga dan justeru dalam ketidak-normal-an, dalam tiadanya ke-bebas-merdeka-an atau malah dalam ke-terkurung-an, pemberontakan terjadi berawal mula dari alam pikiran. Dalam berpikir. Dalam memanfaatkan anugerah bermakna disebut: nalar. Dan bertanya: "Mengapa?" terhadap hal ihwal, segala hal ihwal, dalam situasi-kondisi kehidupan yang dijalani.
Mengapa? Misalnya: Eksis Planit Biru yang disebut Dunia ini? Dan bagaimana pandangan manusia atas dunia sekalianalam semestanya?Mengapa tidak serupa melainkan beragam? Seperti adanya yang menuruti pandangan materialisme selain ada pula yang menuruti pandangan idealisme?
Mengapa? Misalnya: Baik kaum idealis maupun kaum materialis sama-sama mengaku humanis, namun dalam kenyataan aksi manifestasinyaseringkali bertolak-belakang?
Mengapa? Iya. Mengapa pula, misalnya, orang sering lebih suka pada kestatisan kebanding kedinamisan? lebih suka kemutlakan kebanding kerelatipan? lebih suka keseragaman kebanding kebe-ragam-an?
Mengapa?Misalnya : Dunia ini. Bola Bumi dimana manusia dilahirkan, menjadi medan ragam perjuangan hidup-mati oleh manusia itu sendiri? Padahal sekalipun ragam-macamnya, namun manusia itu se-ummat juga adanya?
Mengapa? Misalnya: Manusia.Masyarakat Manusia. Terjadi perjuangan secara damai dan non-damai atau kekerasan. Perjuanganhidup-mati. Perjuangan untuk pemilikan, perjuangan untuk kekuasaan. Perjuangan antara yang berkuasa dan yang dikuasai; antara pemerintah dan yang di bawah pemerintah; antara yang dipertuan dan yang bawahan; antara yang mendominasi dan yang didominasi. Dalam ragam bentuk dan variasinya.
Mengapa? Dalam hal Kekuasaan, untuk merebut, mencapai dan memelihara Kekuasaan, manusia seringkali menggunakan aksi manifestasi Dusta kebanding Kejujuran dan aksi manifestasi Kekerasan kebanding Kedamaian serta aksi manifestasi Ketidakadilan kebanding Keadilan ? Dan begitu pula lah, seringkali manusia lebih suka melakukan aksi manifestasi ke-pura-pura-an atau kemunafikan kebanding ke-sungguh-an ?
Mengapa? Planit Bumi tempat kelahiran bersama se-ummat manusia ini, dalam mengayomi hidup kehidupan ini ada manusia yang lebih suka mengumbar kerakusan untuk menguasainya secara egois kebanding menjaganya demi kehidupan bersama -- sesama ummat manusia -- yang harmonis, aman dan sejahtera.
*
ITU. Begitulah timbulnya serangkaian pertanyaan yang melatar-belakangi beberapa judul karya tulis yang hadir mengalir di luar garis. Berupa sajak "Transit" dan tiga judul lainnya seperti tersebut di atas.Serangkaian pertanyaan yang masih bisa dikembang-kaitkan dengan pertanyaan atau rangkaian pertanyaan lainnya yang terus menerus bermunculan. Ragam macam pertanyaan dari yang sederhana sampai yang rumit, dari yang menyangkut persoalan mini sampai yang maksi bahkan super maksi di berbagai bidang kehidupan masyarakat manusia. Dari situasi lokal, regional, nasional sampai internasional. Dengan pertanda gadang Perang Dingin yang panas -- peperangan yang secara salah-kaprah disebut-sebut sebagai perang antara "dua blok" (Blok Barat vs Blok Timur); selain adanya perang ideologi dalam GKI (Gerakan Komunis Internasional); perang antara kaum Imperialis vs Sosio-Imperialis (sosialis dalam kata imperialis dalam perbuatan); selain pula adanya Goulag Siberia buatan Uni Soviet juga Goulag Archipelago buatan Amerika Serikat (di Vietnam, Indonesia, Timor-Timur, Chili). Dan sebagainya dan yang lain-lainnya lagi.
Semua itu merupakan rangkaian pertanyaan yang saling selang seling kait berkaitan dan yang menuntut jawaban. Di sepanjang jalan perjalanan hidup kehidupan. *** (23.02.2008)